Rabu, 01 Juli 2015

Anything About If Conditional



Conditional berarti sebuah pengandaian sementara conditional sentence adalah kalimat pengandaian. Dalam kalimat bahasa Indonesia, beberapa contoh berikut ini bisa disebut dengan kalimat pengandaian.
  • Jika saya mempunyai uang banyak, saya akan membuat rumah yang besar.
  • Jika saya bisa pergi ke Eropa, saya akan mengunjungi Inggris dan Skotlandia.
Pengertian Conditional Sentences adalah kalimat bersyarat. Kalimat ini memiliki dua klausa-induk kalimat dan anak-kalimat-yang dihubungkan dengan menggunakan "IF". Kalimat ini memiliki makna "seandainya" atau "jika". Di dalam bahasa Inggris, tipe kalimat ini dibagi menjadi 3, yaitu :
1. First Conditional
2. Second Conditional
3. Third Conditional

A. FIRST CONDITIONAL
1. Susunan
If + S + V1, S + will + V1 + O
Contoh :
a. If I see Barlie, I will tell him.
    (Jika saya bertemu Barlie, saya akan mengatakan kepadanya.)
b. If Julie is free tomorrow, he will invite her.
    (Jika Julie libur besok, dia akan mengundangnya.)
c. If it rains tomorrow, will you stay at home?
    (Jika besok hujan, apakah kamu akan diam di rumah?)
d. If it rains tomorrow, what will you do?
    (Jika besok hujan, apa yang akan kamu lakukan?

2. Makna
Kalimat dalam konstruksi ini berarti mungkin benar-benar terjadi jika syratnya terpenuhi. Oleh karena itu, makna kalimat ini disebut sebagai possibility (kemungkinan). Pemaknaan kalimat pada tipe ini dapat disusun sebagai berikut :
S + may + V1 + that + S + may + V1 + O
Dalam pola susunan tersebut, kalimat-kalimat contoh di atas dapat diuraikan maknanya menjadi berikut :
a. I may see Barlie that I may tell him.
b. Julie may be free tomorrow that he may invite her.
c. It may rain tomorrow, may you stay at home?
d. It may rain tomorrow, what may you do?

B. SECOND CONDITIONAL
1. Susunan
If + S + V2, S + would + V1 + O
Contoh :
a. If I married Rania, I would be happy.
   (Jika saya menikah dengan Rania, Saya akan senang.)
b. If Jack became rich, he would marry her.
   (Jika Jack menjadi kaya, dia akan menikahinya.)
c. If it snowed next July, what would you do?
   (Jika musim salju bulan July yang akan datang, apa yang akan kamu lakukan?)

2. Makna
Apa yang dikatakan dalam induk kalimat tidak pernah terjadi karena syarat yang dikatakan dalam anak kalimat tidak terpenuhi. Oleh karena itu, kalimat ini disebut sebagai Unreal Present. Tenses untuk makna kalimatnya berubah dan polanya disusun sebagai berikut :
S + don’t/doesn’t + V + that + S + will not + V1 + O

Dalam pola susunan tersebut, kalimat-kalimat contoh di atas dapat diuraikan maknanya menjadi berikut :
a. I don't marry Rania that I am not happy.
b. Jack doesn't become rich that he will not marry her.
c. It doesn't snow next July, what do you do?

C. THIRD CONDITIONAL
1. Susunan
If + S  + had + V3, S + would have + V3 + O
Contoh :
a. If I had seen Diana, I would have told her.
   (Jika saya bertemu Diana, saya akan mengatakan padanya.)
b. If it had rained yesterday, would you have stayed at home?
   (Jika kemarin hujan, akankah kamu tinggal di rumah?)
c. If Shinta had been free yesterday, I would have invited her.)
   (Jika Shinta libur kemarin, saya akan mengundangnya.)

2. Makna
Apa yang dikatakan dalam induk kalimat tidak pernah terjadi karena kalimat syarat yang dikatakan dalam anak kalimat tidak pernah terpenuhi. Karena dinyatakan dalam bentuk Past Tense, kalimat ini disebut sebagai Unreal Past. Tenses untuk makna kalimatnya juga berubah :
S + didn’t + V1 + that + S + would not + V1 + O
Dalam pola susunan tersebut, kalimat-kalimat contoh di atas dapat diuraikan maknanya menjadi berikut :
a. I didn't see Diana that I would not tell her.
b. It didn't rain yesterday did you stay at home?
c. Shinta wasn't free yesterday that I would not invite her.

Sabtu, 10 Januari 2015

Strategi Penjualan dalam Etika Bisnis



 

Di akhir tahun 2014 yang lalu musim liburan telah tiba dimana seseorang menghabiskan waktu dengan keluarga atau pun teman.Salah satunya bisa saja menghabiskan waktu ke mall atau pun ke tempat rekreasi bersama keluarga atau pun teman untuk menghabiskan liburan Natal dan Tahun baru.
Pada beberapa waktu yang lalu saya pergi ke suatu mall , kebetulan di mall tersebut ada tempat perbelanjaan yaitu di Ramayana A.Di tempat tersebut sedang ada discount besar-besaran di akhir tahun, discount tersebut hampir semua produk terdapat discount yang lumayan besar hingga banyak minat para konsumen untuk membeli produk atau barang yang ada di Ramayana A tersebut, termasuk saya yang membeli sandal yang dicountnya yang lumayan besar 50%  sehingga saya berminat untuk membeli sandal tersebut yang harga total akhirnya Rp 60.000 setelah discount dengan merk sandal tersebut yang sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat.
            Sekitar satu minggu setelah saya pergi dari mall  tersebut saya pergi lagi ke Ramayana B yang tempatnya berbeda, awalnya saya hanya ingin membeli suatu kado untuk teman saya dan kebetulan saya melihat sandal yang sama persis seperti waktu saya beli di ramayana A tersebut  dan saya pun melihat harga sandal tersebut ternyata harga aslinya dari produk itu Rp 60.000 tanpa discount tidak seperti di Ramayana sebelumnya dimana harga aslinya Rp 120.000 setelah di discount menjadi Rp 60.000.
        Dari sini lah saya dapat menyimpulkan dari sudut etika bisnis di mana produk atau discount di Ramayana A sedikit mengecewakan konsumen dengan discount yang besar-besaran yang berada di Ramayana A tersebut, sangat berbeda sekali dengan Ramayana yang B padahal perusahaan tersebut masih sama dalam satu perusahaan, karna pada dasarnya harga atau produk yang di tawarkan tersebut memang sudah memang harga aslinya tanpa harus ada discount.Tentu saja bila konsumen yang sangat teliti ini merasa sangat mengecewakan dengan adanya discount yang berada di Ramayana A tersebut.